Wali Kota Bima Buka STQ Tingkat Kelurahan Matakando, Ajak Wujudkan Generasi Qur’ani Berkarakter

  • BAGIAN PROTOKOL DAN KOMUNIKASI PIMPINAN
  • Selasa, 14 Juli 2026

Kota Bima, 13 Juli 2026 – Wali Kota Bima, H. Arahman H. Abidin, S.E., menghadiri sekaligus membuka secara resmi Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Tingkat Kelurahan Matakando, Kecamatan Mpunda, Kota Bima Tahun 2026 M/1448 H yang mengusung tema “Menuju Pelestarian Khazanah Islam Dalam Membangun Generasi Qur’ani yang Bermanfaat”. Kegiatan tersebut berlangsung di Arena STQ Lingkungan Soncolela, Kelurahan Matakando, pada Senin malam (13/7).

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Bima didampingi Staf Ahli Wali Kota Bidang Kesra, Kemasyarakatan dan SDM, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Bima, Camat Mpunda, Lurah Santi, Lurah Penatoi, Lurah Monggonao, serta Lurah Manggemaci. Turut hadir para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, panitia penyelenggara, serta masyarakat Kelurahan Matakando yang antusias mengikuti pembukaan STQ.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bima menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh panitia dan masyarakat Kelurahan Matakando yang telah bergotong royong menyukseskan penyelenggaraan STQ. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk ikhtiar bersama dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah kehidupan masyarakat.

“Semoga kegiatan ini menjadi ladang amal sekaligus menjadi ikhtiar kita dalam membumikan Al-Qur’an di tengah kehidupan masyarakat,” ungkapnya.

Wali Kota menegaskan bahwa penyelenggaraan STQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi menjadi momentum penting dalam membentuk karakter generasi muda Kota Bima agar tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang beriman, berakhlak mulia, serta mampu memberikan manfaat bagi agama, masyarakat, bangsa, dan daerah.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi saat ini tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga persoalan sosial yang semakin kompleks, seperti penyalahgunaan narkoba, perjudian online, pergaulan bebas, minuman keras, kekerasan terhadap perempuan dan anak, hingga lunturnya nilai-nilai kebersamaan akibat perkembangan teknologi.

“Oleh karena itu, STQ harus menjadi gerakan bersama dalam membangun karakter generasi muda. Kita ingin melahirkan generasi yang tidak hanya fasih membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam bersikap, bekerja, dan bermasyarakat,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh orang tua, guru, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk terus bersinergi menjaga dan membina generasi muda agar tidak kehilangan arah. Masjid, mushala, dan majelis taklim diharapkan terus menjadi pusat pembinaan karakter dan akhlak bagi anak-anak dan remaja di Kota Bima.

Wali Kota menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

“Mari kita bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, tertib berlalu lintas, menjaga keamanan, serta memelihara seluruh fasilitas umum yang telah dibangun. Kita sukseskan Gerakan Kota Bima BISA (Bersih, Indah, Sehat, dan Asri), dimulai dari lingkungan keluarga, RT, hingga kelurahan masing-masing,” ajaknya.

Melalui penyelenggaraan STQ tingkat kelurahan ini, diharapkan lahir qari dan qariah terbaik yang mampu mengharumkan nama Kelurahan Matakando pada jenjang berikutnya, sekaligus memperkuat syiar Islam dan membentuk generasi Qur’ani yang menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Kota Bima yang religius, maju, dan bermartabat.